Minggu, 08 Desember 2013

"WANITA WIRAUSAHA”

RESUME KEWIRAUSAHAAN;
“WANITA WIRAUSAHA”
DI SUSUN OLEH;
KELOMPOK 3 (TIGA)
NAMA;
AMIN SINARJO (F31111OO8)
NURHAQ AINUN NAI’IMI (F31111004)
USMAN (F31111O24)
MATA KULIAH        : KEWIRAUSAHAAN
DOSEN                      : BAMBANG G.S
Description: logo untan 2
ROGRAM STUDI FKIP EKONOMI BKK KOPERASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2012/2013


WANITA WIRAUSAHA
1.    Pembahasan
Prihal mengenai wanita wirausaha mungkin bukan sekedar membicarakan prosfek namun lebih kepada perang fsikologi dari diri wanita itu sendiri, yang menyangkut pilihan hidup: antara Berkarier atau wirausaha adalah 2 pilihan yang layak dipikirkan dalam perkembangan ekonomi dan bisnis pada saat ini. Namun sebaiknya, tetapkan berdasarkan kemampuan agar tidak mengorbankan kehidupan dan masa depan. Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya.
Salah satunya, tentang bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? Dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun atau memiliki usaha sendiri yang cukup menghidupi.
Namun adakalanya, tidak perlu menunggu hari tua untuk memulai usaha sendiri. Beberapa orang memutuskan untuk memiliki usaha sendiri ketika masih diusia produktif. Mana yang lebih tepat?
Kesulitan mendorong wirausaha wanita juga diakui oleh - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Banyumas, menyatakan kesulitan mencetak wirausaha dari kalangan wanita. Padahal, wirausaha itu mampu menekan angka pengangguran dan urbanisasi pascalebaran.
"Jumlah wirausaha wanita masih sedikit, terutama mereka yang berusia remaja," kata Sekretaris Iwapi Banyumas, Sri Aningsih, siang tadi (2/9).
Dia mengaku kesulitan yang dialami Iwapi mencetak wirausaha muda dari kalangan wanita karena sebagian dari mereka tidak memiliki jiwa wirausaha. "Mereka susah menjadi wirausaha kalau tidak memiliki hasrat untuk berwirausaha," imbuh dia.
Padahal, sambubg dia, Iwapi bekerjasama dengan Dinperindagkop kerap menggelar pelatihan dan pembinaan tentang wirausaha. "Tapi tetap saja ilmu yang diperoleh tidak dijalankan. Ini kembali lagi kepada individunya," katanya.
Di Banyumas, para pengusaha wanita yang masuk pada keanggotaan Iwapi jumlahnya mencapai ratusan orang. Dari jumlah itu sebagian besar merupakan wanita yang sudah berkeluarga atau kalangan ibu-ibu. Sedangkan dari kalangan remaja jumlahnya sangat sedikit.
"Kalau dirata-ratakan kemungkinan tidak mencapai 10 persen dari jumlah anggota," ujar dia.
Kendati demikian, pengurus Iwapi Banyumas tetap fokus pada program pembinaan dan pelatihan kiat-kiat berwirausaha. "Kami selalu bekerjasama degan Dinperindagkop untuk program-program Iwapi. Kami harap kedepannya wanita Banyumas bersedia untuk memulai berwirausaha jadi tidak ramai-ramai ke luar kota atau menjadi pekerja kantoran," papar Sri Aningsih. (PURWOKERTO, suaramerdeka.com)
1.      Dorongan R.A kartini (Prof. Dr. H. Buchari Alma, Kewirausahaan, alfabeta. Jakarta 2010)
Wirausaha wanita mungkin bukan sesuatu yang asing lagi karena pada masa sudah gencar di bicarakan, RA.kartini adalah toko utama yang mengembangkan wirausaha khusus wanita diungkapkan oleh DR.Suparman suhamijaya (1980:96) sesungguhnya ibu kartini telah merintis pendidikan mandiri wanita sejak beliau berumur 16 tahun yaitu tahun 1893 . buktinya termuat didalam kumpulan surat-suratnya yang dibukukan dengan judul Door Duisternis Tol Licht’’. Penekanan dari surat-surat RA.kartini adalah perlunya kepercayaan pada diri sendiri
Karya tulis ibu Kartini tidak hanya sebagai sumber inspirasi bagi wanita belanda tetapi juga sumber inspirasi jutaan wanita dunia terutama perancis, belgia dan amerika . ibu kartini memikirkan suatu pendidikan menuju indenpendent career, tidak saja bagi wanita tetapi juga bagi pria. Ibu kartini tidak hanya memperjuangkan pendidikan sekedar keterampilan kerumahtanggaan, tetapi lebih dari itu, ibu kartini berjuang untuk dilaksanakannya pendidikan berdikari. Bahwa ibu kartini sangat memperhatikan bidang bisnis terbukti dari usahannya dalam membantu keuangan dan pemasaran wood carving, texstile weaving, dyieng works in gold and coppar and tortoise shell.
Semasa dipingit selama 4 tahun yang semula dijalaninya dengan penuh kepedihan dan keprihatinan, namun kemudian berbalik bersyukur dan memanfaatkan waktu untuk belajar sendiri. Bahkan bahasa Prancis pun dilakukan dengan cara belajar sendiri. Kita menarik pelajaran betapa ibu Kartini dengan cara berprihatin mensyukuri waktu, belajar mengenal penderitaan untuk di jadikan suatu modal mengejar suatu kemajuan.
2.      Prosfek wirausaha wanita
Sekarang ini dibalik kemajuan ekonomi dan bisnis, dunia usaha kembali menjadi sorotan karena kompleksitas kebutuhan adalah tuntutan yang harus segera di penuhi oleh usaha-usaha dalam mengagkat perekonomian nasional baik berupa pendapatan perkapital (middle income) maupun menyediakan lapangan kerja.
Sudah banyak kemajuan kita lihat dari berbagai bidang. Wanita-wanita indonesia sudah mampu memasuki lapangan kerja seperti di bidang kesehatan, perdagangan, keamanan, perhubungan, keuangan dan perbankan. Kita jumpai pula dalam bidang bisnis, yang lebih dikenal dengan istilah wanita  pengusaha, yang mendirikan wanita yang berwirausaha. Mereka mendirikan asosiasi , yaitu Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI)
Bahkan baru-baru ini berdasarkan rilis media, Indonesia berada di peringkat ketiga dalam pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) yang dimiliki oleh wanita di negara-negara Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, dengan tingkat pertumbuhan 8.1%. Sementara Vietnam menempati posisi teratas dengan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 42.5% , Sementara posisi kedua ditempati oleh negara tetangga kita, Malaysia yang mengalami pertumbuhan 9.7%.
Para wanita di negara-negara berkembang tersebut dinilai lebih banyak terjun ke dunia kewirausahaan dibandingkan dengan di negara-negara maju seperti Selandia Baru, Australia dan Jepang. Hal ini tercantum dalam Master Card Report terbaru berjudul Women-Owned SMEs in Asia/Pacific, Middle East and Africa: An Assessment of the Business Environmenta (UKM yang dimiliki oleh Wanita di Asia/Pasifik, Timur Tengah dan Afrika: Sebuah Penilaian dari Lingkungan Usaha).
Dalam rilis yang diterima Kontan, beberapa sebab pertumbuhan ini kemungkinan adalah sedikitnya kesempatan kerja bagi wanita, kebutuhan untuk menambah penghasilan keluarga, atau keinginan untuk memiliki fleksibilitas sebagai ibu rumah tangga namun tetap mendapatkan penghasilan. UKM yang dimiliki wanita dianggap vital, terutama karena mereka lebih memilih untuk mempekerjakan wanita, dengan keikutsertaan wanita yang lebih besar dan penggunaan tenaga kerja yang lebih baik.
Laporan ini juga mengandung analisis komperatif dari lingkungan usaha di 24 negara di Asia/Pasifik, Timur Tengah dan Afrika disandingkan dengan kinerja UKM yang dimiliki wanita di negara-negara tersebut, menawarkan penilaian dasar atas besarnya pencapaian dari UKM ini. Data-data berikut digunakan untuk menilai lingkungan usaha di mana UKM ini beroperasi.
(KOMPAS.com) - "Peran wanita pengusaha semakin penting dalam menggerakkan ekonomi. Sebanyak 40-50 persen bisnis di pasar-pasar yang sedang berkembang dimiliki oleh kaum wanita," terang Tom Aaker, kandidat CEO, Standard Chartered Indonesia, dalam temu media, beberapa waktu lalu. Hal ini menunjukkan bahwa wanita memiliki daya dan penting dalam perkembangan ekonomi, dan harus terus ditingkatkan.
Lebih lanjut, data dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia menyatakan, saat ini terdapat lebih dari 400.000 orang pengusaha wanita sektor formal memimpin usaha mulai dari unit usaha kecil, menengah, hingga perusahaan besar. Namun, tidak bisa berbangga diri sampai di sini saja, kita masih harus terus berbenah diri, karena masih banyak wanita yang sebenarnya mampu lebih mengembangkan kemampuan wirausahanya, hanya saja banyak yang tersandung kendala. 
(Dr Ir Irma Alamsyah Djaya Putera, M.Sc), Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (KPPPA), salah satu kendala utama yang menyebabkan wanita enggan memulai berwirausaha adalah keterbatasan informasi. Keterbatasan informasi dan pengalaman membuat wanita kurang percaya diri untuk mau bergerak dan berwirausaha. Termasuk pula kekurangan profil untuk dicontoh, terbatasnya akses untuk pendidikan keuangan, serta kepercayaan diri untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka sendiri. Problem ini memerlukan upaya yang besar dari berbagai pihak, seperti bank untuk membantu mengedukasi dan mengajak wanita agar mau berwirausaha.
Salah satu bank yang mencoba untuk membantu perkembangan wanita berwirausaha adalah Standard Chartered Bank. Bank yang sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1843 ini meluncurkan sebuah situs berisi informasi yang didedikasikan khusus untuk wanita berwirausaha. Situs www.standardchartered.com/sme-banking/resourcecentre/ berupaya menyediakan edukasi dan interaktif untuk kalangan pengusaha kecil dan menengah (UKM). Di dalam situs ini, para pengguna akan bisa belajar lewat modul-modul, latihan perencanaan bisnis, kecakapan kepemimpinan, juga keuangan.
Joanna Fielding, CFO, Standard Chartered Bank China serta Ketua Dewan Wanita Group Standard Chartered mengatakan, "Kaum wanita jarang mendapatkan akses atas informasi terkait berbagai hal yang mereka butuhkan. Lewat situs ini, terdapat informasi praktis serta perlengkapan yang secara khusus dirancang bagi para wanita wirausaha, melingkupi topik-topik, seperti negosiasi, pemasaran ke konsumen wanita, serta menetapkan alasan yang tepat untuk meningkatkan usaha.
(A.       Arno Kermaputra), Sr. Manager Corporate Affairs Standard Chartered Bank: menjanjikan tak akan ada iklan-iklan terselubung untuk mendorong para pengguna situs ini untuk harus menggunakan produk-produk Standard Chartered. Ditambah lagi, situs ini terbuka untuk siapa pun untuk bergabung, tak harus merupakan nasabah bank tersebut.
3.      Skala Mengukur Minat Wirausaha (Prof. Dr. H. Buchari Alma, Kewirausahaan, alfabeta. Jakarta 2010)
Dalam mengukur minat wirausaha kita dapat melakukan wawancara dan interview dengan wanita pengusaha yang sudah berhasil. Pada umumnya pengusaha terbuka terhadap orang yang ingin memperoleh pengetahuan dari pengalamannya. Walaupun umumnya para pengusaha ini orang-orang yang sibuk namun mereka akan selalu menyediakan waktu bagi siapa saja yang ingin memperoleh informasi.
Pada umumnya orang terdorong membuka usaha sendiri , karena faktor berikut:
1.      Membuka kesempatan untuk memperoleh keuntungan,
2.      Memenuhi minat dan keinginan pribadi,
3.      Terbuka kesempatan untuk menjadi bos,
4.      Adanya kebebasan dalam manajemen.

4.      Fakto-fakto yang penunjang/penghambat wanita wirausaha (Prof. Dr. H. Buchari Alma, Kewirausahaan, alfabeta. Jakarta 2010)
Faktor yang menunjang:
a.       Naluri kewanitaan yang bekerja lebih cermat, pandai mengantisipasi masa depan, menjaga keharmonisan, kerja sama dalam rumah tangga dapat diterapkan dalam kehidupa usaha.
b.      Mendidik angota keluarga agar berhasil dikemudian hari dapat dikembangkan dalam personel manajemen perusahaan.
c.       Adat istiadat, contohnya di Bali dan sumatera Barat, dimana wanita memiliki peranan dalam mengatur ekonomi rumah tangga.
d.      Lingkungan kebutuhan hidup atau home industri seperti menjahit, menyulam, membuat kue, aneka masakan, kosmetik mendorong lahirnya wanita pengusaha yang mengembangkan komonditi tersebut.
e.       Majunya dunia pendidikan wanita sangat mendorong perkembangan wanita karir, menjadi pegawai, atau membuka usaha sendiri dalam berbagai bidang usaha.
Banyak kaum wanita dan kelompok minoritas terjun kedunia usaha kebanyakan dalam usaha small business alasanya.
·         Entrepreneuriar ideal 35 %
·         Glass ceiling 22 %
·         Bore in job  14 %
·         Downsized 10 %

Karakteristik Entrepreneur
1.      Memiliki disiplin tinggi,
2.      Selalu awas terhadap tujuan yang hendak dicapai,
3.      Selalu mendengarkan rasa intuisinya,
4.      Sopan pada orang lain,
5.      Mau belajar apa saja yang memudahkan ia mencapai tujuan,
6.      Mau belajar dari kesalahan,
7.      Selalu mencari peluang baru,
8.      Memiliki ambisi, berfikir positif,
9.      Senang menghadapi resiko dengan membuat perhitungan yang matang sebelumnya.

5.      Faktor-faktor yang menghambat (Prof. Dr. H. Buchari Alma, Kewirausahaan, alfabeta. Jakarta 2010)
1.      Faktor kodrat kewanitaan, misal hamil dan menyusui.
2.      Faktor sosial budaya, adat istiadat.
Maksudya yaitu seorang wanita sangat bertanggung jawab penuh dengan urusan rumah tangga. Bila suami sakit atau anak sakit, ia harus memberikan perawatan yang intensif.
3.      Faktor emosional yang dimiliki wanita, disamping menguntungkan juga merugikan, yaitu jika ia marah akan kehilangan rasionalnya.
4.      Sifat pandai, cekatan, hemat dalam mengatur keuangan rumah tangga akan berpengaruh terhadap keuangan perusahaan. Kadang-kadangwanita pengusaha agak sulit dalam mengeluarkan uang, dan harga-harga dipasang agak tinggi.
6.      Sebab kegagalan dalam business kecil (bovee 2004):
·         Kurangnya menguasai manajemen
·         Kurangnya informasi
·         Kurang pengalaman dalam industri
·         Kurangnya modal
·         Perencanaan bisnis kurang matang
·         Kurang jelas, tidak realistis dalam menetapkan tujuan
·         Tidak berhasil menarik konsumen
·         Pertumbuhan tidak terkendali
·         Lokasi kurang cocok
·         Keuangan kurang terkontrol, persediaan barang kurang mencukupi.
Dari kelemahan diatas dapat diatasi dengan bantuan tekhnologi, serta dunia pendidikan/pelatihan yang dapat membantu kelemahan dalam manajemen emosional.
7.      Perbedaan wanita wirausaha dan  pria wirausaha (Prof. Dr. H. Buchari Alma, Kewirausahaan, alfabeta. Jakarta 2010)
a.       Wanita pengusaha dimotivasi untuk membuka bisnis karena ingin berprestasi dan adanya frustasi dalam pekerjaannya sebelumnya.
b.      Dalam hal perodalan bisnis, pria pengusaha lebih leluasa memperoleh sumber modal, sedangklan wanita usaha memperoleh modal dari tabungan, modal pribadi dan pinjaman pribadi. Agak sulit wanita pengusaha memperoleh pinjaman dari perbankkan dari kaum pria.
c.       Menenai  karakteristik kepribadian wanita pengusaha mempunyai sifat toleransi dan vleksibel, realistik dan keatif, antusias dan energik dan mampu berhubungan dengan lingkungan masyarakat dan memiliki medium level of self confidence, kaum pria top self confidence atau lebih tinggi dari kebanyakan kaum wanita
d.      Usia memulai usaha pria rata-rata umur 25-35, sedangkan wanita di Amerika berusia 35-45
e.       Kerabat yang menunjang para pengusaha wanita adalah keluarganya, suami dan kelompok-kelompok pergaulannya serta organisasi wanita.
f.       Bentuk bisnis yang dibuka pada pria pengusaha lebih banyak ragamnya, akan tetapi pada wanita pengusaha kebanyakan berhubungan dengan bisnis jasa, pendidikan, konsultan, dan publik realitionsif.
8.      Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memutuskanya menjadi seorang wirausaha:
Perencana keuangan dari Finansial Consulting, agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karir dan memulai usaha sendiri.
Baca Peluang 
Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha, bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang bagus untuk masa depan kita?
Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Cara terbaik mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang bisa memberikan prospek yang bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apapun pilihannya takkan jadi masalah.
Fokus pada Tujuan
Sebelum memilih untuk berwirausaha, pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran, usaha adalah proses. Di dalam proses tersebut, selalu ada saat yang bagus namun ada juga yang tidak bagus.
Apabila datang masa yang sulit, cobalah ingat kembali jika salah satu alasan memilih berwirausaha, karena prospeknya ke depan kita nilai lebih menjanjikan. Paling tidak akan lebih baik dari kondisi saat ini.
Hal penting lain yang patut dicatat, selalu fokus pada tujuan di masa depan. Mungkin akan selalu ada goncangan kecil dalam perjalanan mencapai tujuan, tapi jangan sampai menghancurkan keyakinan. Apalagi hingga menghilangkan harapan pada tujuan di depan.
Bisa Kapan Saja
Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Apakah ketika masih di usia produktif, maupun ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, mengapa tidak? Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, namun juga memberikan aktualisasi diri.
Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik. Ingat, wirausaha adalah sebuah proses, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan. Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan keberhasilan itu datang tidak dapat diprediksi. Bisa cepat, bisa juga lambat. Tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.
Asuransi Usaha
Semua kegiatan pasti ada risikonya, termasuk juga usaha. Dan, saat ini, Anda dapat memilih menanggung risiko itu sendirian dengan kekayaan pribadi, atau dengan meletakkan risiko tersebut ke orang lain dengan asuransi.
Memang, pada dasarnya usaha tidak dapat diasuransikan, namun aset usaha sangat bisa diasuransikan.
Aset usaha berupa tempat usaha, barang dagangan, atau jenis aset lainnya, masih bisa diasuransikan. Caranya, dengan menghubungi perusahaan asuransi kerugian. Bersama mereka, dapat dihitung berapa besaran aset yang dapat diasuransikan. Selain itu, konsultasikan mengenai produk yang paling sesuai dengan risiko yang paling mungkin terjadi terhadap usaha.
Kesungguhan dan Disiplin
Sebelum memulai berwirausaha, pastinya akan ada pertanyaan besar yang mengganjal: “Berapa besar modal yang harus dikumpulkan untuk bisa memulai usaha baru?”
Sebenarnya tidak ada patokan berapa besar modal uang yang dibutuhkan, tapi yang paling utama adalah modal kesungguhan dan disiplin menjalani proses. Namun, tidak mungkin bisa menjalankan usaha tanpa ada uang sama sekali. Tetap dibutuhkan perhitungan modal sebelum menjalankan usaha.
Nah, besaran modal yang dibutuhkan tersebut sangat tergantung dengan jenis dan besaran usaha yang akan dijalankan. Kalau dimulai dari usaha yang kecil, hanya dengan dana Rp 100 ribu pun sudah bisa memulai usaha. Begitu pula untuk usaha yang lebih besar.
Tapi, dengan dana Rp 100 juta, modal usaha juga bisa kurang jika digunakan untuk usaha jenis lain. Jadi modal usaha memang sangat tergantung jenis dan skala besaran usahanya. Sebaiknya kalkulasikan dengan baik sasaran usaha yang akan dilakukan dan sisihkan dahulu penghasilan sebagai modal usaha kelak.

Berapa dana yang disisihkan? Minimal sisihkan 20 persen dari penghasilan untuk dikumpulkan sebagai modal usaha. Anggaplah usaha ini kelak sebagai investasi di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar