Rabu, 29 Oktober 2014

MAKALAH LINGKUNGAN PEMASARAN

TUGAS
MAKALAH LINGKUNGAN PEMASARAN
NAMA :
Amin Sinarjo (F31111008)


 










PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014


BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang di lakukan oleh organisasi dan bisnis dalam rangka mencapai tujuan yang telah dan akan ditetapkan. kegiatan pemasaran sangat luas mulai dari sebelum di lakukanya proses produksi yaitu riset pasar dalam upaya merumuskan perencanaan (planning) produk dengan mempelajari potensi-potensi yang dapat di eplorasi menjadi sebuah tujuan organisasi baik berupa keuntungan lembaga (profit) maupun manfaat sosial (benefit) untuk meningkatkan drajat hidup dan memenuhi kebutuhan dan keinginan (proses mengubah keinginan menjadi kebutuhan). hingga memasuki proses produksi dan penjualan (organizing dan actuating) sampai pada proses pelayanan purna jual (controling) untuk memastikan bahwa produk yang telah di ciptakan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar dan mengawasi standar produk dan jasa yang di tawarkan serta menganalisis dan mendeteksi peningkatan dan perubahan pola kegiatan pemasaran, kebutuhan dan keinginan untuk kemudian melakukan pengembangan produk dan jasa yang ditawarkan  dengan segala segmentasi dan klasifikasi pemasaran.
Berdasarkan uraian diatas dapat di pastikan bahwa pemasaran bukan hanya sekedar penjualan seperti ang berkembang di masyrakat, istilah pemasaran telah mengalami perluasan makna dalam kaitannya dengan edukasi management pemasaran, namun dalam masyrakat masih saja ada yang menyamakan istilah pemasara dengan penjualan. Padahal terlihat perbedaan yang mencolok Antara pelamasarn dengan penjualan dan pasar. Pemasaran ruang lingkupnya lebih luas (tidak terbantahkan) dan pemasaran adalah suatu kegiatan bukan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli.
Ruang lingkup pemasaran yang luas menyebabkan lingkungan pemasaran menjadi sangat luas sehingga di bedakan menjadi dua bentuk : Perbedaan berdasarkan luang lingkup; Makro dan mikro serta perbedaan berdasarkan lingkungan; Internal dan ekternal, meski perdebatan mengenai keduanya belum menemui kata sepakat yang akan di gunakan dalam istilah pemasaran namun keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu ; Sebagai pertimbangan dalam menentukan focus dan arah kegiatan management dan organisasi mengenai (1). Apa produk (barang dan jasa) yang akan di hasilan, (2). Bagaimana cara memasarkan dan saluran distribusi apa yang akan di pakai?, serta, (3). Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar (segementasi pasar) mengenai kulitas, standar produk dalan layanan penjulan, layanan purna jual?
Untuk mengetahui hal ini lebih jelas makanya dianalsis satu-per-satu lingkungan pemasaran.
2.      RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja Lingkungan mikro pemasaran?
2.      Apa saja Lingkungan makro pemasaran?
3.      TUJUAN
1.      Untuk mengetahui lingkungan makro pemasaran?
2.      Untuk mengetahui lingkungan mikro pemasaran?
                                                                                                  











BAB II
PEMABAHASAN LINGKUNGAN PEMASARAN
Berdasarkan Ruang Lingkupnya, Lingkungan Pemasaran Secara Umum Dibedakan Menjadi 2 Yaitu : Lingkungan Mikro Intern Dan Lingkungan Makro Ektern
1.      Lingkungan intern
Ada tiga factor lingkungan intern yang merupakan bagian dalam suatu system pemasaran perusahaan dan merupakn factor ekstern perusahaan adalah pasar, penyedia dan perantara pemasaran.
Secara umum factor tersebut dipandang sebagai factor yang tidak bisa dikontrol namun memberikan pengaruh yang lebih besar daripada factor lingkungan makro.
Marketing mix / Bauran Pemasaran : “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.”(Marketing Management,1997), bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
Menurut Kotler (1997) Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. bahwa bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan system distribusi.
Terdapat 4 bauran pemasaran :                 
a.       Product
Produk adalah hal-hal dan layanan yang terjadi pada dan untuk pelanggan. Ini adalah apa yang mereka peroleh untuk uang mereka.( neil warne ).
Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.(Kotler).
b.      Price / Harga
Harga yang di putuskan suatu perusahaan untuk digunakan sebagai biaya untuk produknya dan alasan untuk memilih harga yang ditentukan oleh harapan orang-orang yang memilih untuk menargetkan. Namun mereka juga mempengaruhi tujuan perusahaan, kegiatan kompetisi, biaya produk dan faktor eksternal seperti iklim ekonomi yang berlaku. ( neil warne ).
Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.( kotler ).
c.       Place / Tempat
Di mana dan bagaimana perusahaan menjual produknya adalah tempat tujuan strategi. Situs yang dipilih untuk pendirian adalah tempat yang strategis untuk menjual produknya. Namun, perusahaan mungkin harus menjual produknya dari tempat-tempat lain, seperti agen perjalanan, pusat kantor reservasi atau melalui papan wisatawan nasional, ( Neil Warne).
Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport. ( Kotler ).
d.      Promotion / Promosi
Bagaimana perusahaan memutuskan untuk mengkomunikasikan adanya pendirian dan produk-produknya disebut strategi promosi. Berbagai saluran komunikasi atau sistem pengiriman pesan, yang avaible untuk memenuhi strategi promosi.
Yang utama adalah: • Pribadi kontak (perwakilan penjualan)  • Advertising  • Penjualan promosi • Publisitas • Point of sale display dan tanda-tanda  • Direct mail • Tampilan dari pendirian dan stafnya ( neil Warne ).
Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Kotler).
2.      Lingkungan Mikro
Yaitu berbagai kekuatan yang dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggan, terdiri dari :
a.       Perusahaan
Dalam merumuskan rencana pemasaran harus memperhitungkan kelompok-kelompok lainnya dalam perusahaan misalnya; Manajemen Puncak, Keuangan, R & D, Pembelian, Produksi dan Akuntansi, dll.
Bagian-bagian ini membentuk suatu lingkungan mikro suatu perusahaan untuk perencana pemasaran.
b.      Pemasok
Adalah perusahaan bisnis dan perorangan yg menyediakan sumberdaya yg dibutuhkan oleh perusahaan dan pesaingnya untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.
c.       Perantara
Perantara Pemasaran adalah mereka yg membantu perusahaan dalam mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan barang kepada pembeli akhir. Para perantara ini meliputi :
·         Middleman, perusahaan yg membantu mdpt pelanggan
·         Perusahaan Distribusi Fisik, membantu perusahaan dlm menyediakan & memindahkan barang dari tempat asal ke tempat tujuan.
·         Biro Jasa Pemasaran, meliputi perusahaan riset, biro iklan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran, mencarikan sasaran dan menpromosikan produk ke pasar sasaran secara tepat.
·         Perantara Keuangan, meliputi bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dll dalam membantu transaksi keuangan dan atau menanggung resiko sehubungan dengan pembelian dan penjualan barang.
d.      Pelanggan
Yaitu sejumlah individu, kelompok, organisasi yang        menkonsumsi suatu produk.
Perusahaan dapat beroperasi pada lima jenis pasar; pasar konsumen, pasar industry, pasar reseller, pasar pemerintah, pasar internasional.
e.       Pesaing
Yaitu individu, kelompok, organisasi yang sama-sama    melakukan pemasaran kepada konsumen.
f.       Masyarakat (publik)
Yaitu suatu kelompok yg memiliki minat nyata atau potensial yg berpengaruh terhadap kemampuan organisasi untuk mencapai sasarannya.
Tujuh jenis publik yg mengelilingi perusahaan antara lain : publik keuangan, publik media, publik pemerintah, publik kekuatan warga, publik local, publik umum, publik internal.
3.      Lingkungan Makro Ektern
a.       Economic environment / Lingkungan ekonomi
- Pendapatan perkapita dari masyarakat - Saluran distribusi - Pertumbuhan ekonomi - Tingkat kesenangan- Peredaran uang - Tekanan inflasi.
Tingkat penghasilan rumah tangga berkaitan dengan tingkat harga dan inflasi yang mempengaruh system pemasaran perusahaan. Dan juga factor psikologis konsumen. Misalnya orang lebih suka menabung daripada membelanjakan uangnya, begitupun sebaliknya orang cenderung membelanjakan uang uangnya daripada menabung di Bank karena beranggapan bahwa harga harga akan selalu naik.
b.      Technology Environmrnt / Lingkungan Teknologi
Adanya penemuan – penemuan baru dan perkembangan di bidang teknologi dapat mempengaruhi kegiatan pemasaran, karena dapat memberikan satu akibat pada konsumen terutama cara hidupnya. Misalnya ditemukan suatu pesawat udara yang memungkinkan bagi orang untuk mengatur penggunaan waktuya lebih efisien. Namun sebaliknya penemuan teknologi juga dapat merugikan, misal ditemukan alat transportasi yaitu mobil namun penggunaannya bisa merugikan yaitu timbulnya polusi udara.
c.       Political Environment / Lingkungan Politik
Factor – factor politik yang mempengaruhi kegiatan pemasaran antara lain : - Kebijakan fiscal dan moneter - Hubungan pemerintah dengan industry - Peraturan dan keadaan politik - Peraturan khusus di bidang pemasaran yang mengatur persaingan dan perlindungan konsumen.
d.      Cultural Environment / Lingkungan Budaya
Lingkungan kebudayaan menyagkut masalah kebudayaan, keeyakinan, seni, moral, adat kebiasaan dan sebagainya yang mempengaruhi kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh manajer pemasaran yang berkaitan dengan suatu kebudayaan masyarakat adalah cara hidup, nilai – nilai social, serta kepercayaan dan kesenangan.
e.       Demography / Lingkungan Demografis
Demografi merupakan studi statistic tentang kependudukan beserta karakteristik dan distribusinya. Yang berpengaruh dalam kegiatan pemasaran yaitu jumlah pendududk yang bertambah. Banyaknya jumlah anak mempengaruh terhadap pemasaran mainan anak- anak, perlengkapan sekolah dan sebagainya.
f.       Persaingan
Persaingan dapat berasal dari perusahaan lain dari satu industry atau dari perusahaan lain yang menghasilkan barang atau jasa.



BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Jadi laingkungan pemasaran sangat luas mencakup indikator mikro intern dan makro ektern, artinya yang menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan bukan hanya asfek-asfek yang ada dalam management itu sendiri namun perlu di perhatikan dan bahkan sangat dominan juga factor-faktor/asfek diluar perusahaan menjadi pertimbangan dalam perusahaan, dunia bisnis dan management.
2.      Saran
Sebelumnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini, seperti yang penuli sadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu saya sebagai penulis meminta masukan, kritik, saran dan keterlibatan pembaca yang konstruktif dalam upaya perbaikan dan verifikasi makalah ini kedepanya. Akhirnya semoga makalah ini bermanfaat untuk kita dan pembaca pada umumnya.








SUMBER BUKU
Buku ajar SMK Pemasaran kelompok bisnis dan management yang di terbitkan oleh CV. Armico, di bandung tahun 1996
Tedjasutisna, Ating. (1994). Buku Ajar SMK Pemasaran Elompok Bisnis Dan Management. Bandung, CV. Armico
SUMBER ARTIKEL DAN BLOG Aminsinarjo
http://aminsinarjoeccomic.blogspot.com/2013/01/marketing-management-method-kompetition.html

Http://Aminsinarjoeccomic.Blogspot.Com/2013/01/Pengantar-Manajemen-Pemasaran-Model.Html       

Rabu, 04 Juni 2014

Pengaruh Fluktuasi Penawaran Dan Permintaan Terhadap Harga Komoditas Perdagangan Internasional

A. Judul: Pengaruh Fluktuasi Penawaran Dan Permintaan Terhadap Harga Komoditas Perdagangan Internasional
B.     Pendahuluan
“Masalah dalam perekonomian internasional” sebetulnya di dasari oleh dua hal yaitu: “Mekanisme” dan “Regulasi” yang di maksudkan dengan mekanisme adalah mekanisme perdagangan dan mekanisme pembayaran begitupun yang di maksud dengan regulasi yaitu berkaitanya masalah regulasi perdagangan dan regulasi pembayaran, oleh karena regulasi inilah isu yang berkaitan dengan mekanisme dan regulasi ekonomi menjadi hal yang sangat holistic, sehingga jangan heran jika diskusi mengenai mekanisme dan regulasi ekonomi menjadi hal yang sangat massif, terilhami oleh teori ekonomi positif (laba maksimum)  dan di kembangkan oleh teori Absolute Advantage oleh Adam Smith  (1776), Teori Komperatif Adventages oleh David Ricardo (1817), Teori Kompetitif adventages oleh Porter dan Rybenzynski (1890).
C.     Masalah Fluktuasi harga komoditas perdagangan internasional
Dalam kesempatan ini saya merasa terpanggil mebahas masalah yang lebih substantive yaitu mengenai mekanisme dan kebijakan perdagangan yang mengarah pada permasalahan Fluktuasi harga harga komoditas perdagangan internasional (X-M) dengan pendekatan empiris.
Masalahan Fluktuasi harga komoditas perdagangan internasional merupakan masalah yang paling familiar, dalam dinamikanya perubahan tersebut di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
1.      Peningkatan dan penurunan suplay dan demand komoditi tersebut (mekanism)
Peningkatan suplay yang berlebihan dan tidak terkendali sangat berdampak pada harga suatu komoditas perdagangan internasional, dapat di narasikan dengan suplay karet alam (hasil perkebunan) yang beberapa tahun terakhir terus mengalami perubahan yang cendrung menurun akibat suplay yang berlebihan.
Contoh masalah “Peningkatan suplay dan penurunan demand serta pengaruhnya terhadap harga”: Sebagai informasi baru-baru ini terjadi konflik di negara salah satu penghasil karet terbesar dunia yaitu Thailand sehingga terjadi kebocoran penjualan (Panic selling) oleh produsen di thailand yang terjadi pada saat pemerintah indonesia dan malaysia menahan penjualan akibat over suplay, alhasil penurunah hargapun terjadi akibat peningkatan suplay dan penurunan demand akibat adanya barang pengganti (Substitusi) karena perkembangan teknologi karet sintetic, petani dan penyadap karetpun menjerit karena menahan berat beben inflasi.
Jika kelebihan suplay mengancam pereknomian maka, sudah bukan sebuah fenomena jika penurunan suplay dapat mempengaruhi tingkatan harga dalam sistem mekanisme pasar yang sangat mempengaruhi harga komoditas perdagangan internasional, Saya ingin menarasikan bahwa penurunahan suplay dan peningkatan demand mempengaruhi harga komoditas perdagangan internasional.
Contoh: “Penurunan suplay dan peningkatan demand serta pengaruhnya terhadap harga”: sebagaimana yang kita ketahui beberapa tahun terakhir Negara penghasil minyak dunia sedang di landa konflik yang sangat menghawatirkan. Sebagai informasi beberapa Negara penghasil (ekspor) minyak dunia yang tergabung dalam OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) seperti: (a). United Emirates Arab (UEA) dengan Produksi minyak: 3,23 juta barel perhari, Kontribusi ke dunia: 3,6%, Ekspor harian ke AS: 3.500 barel,  Cadangan terbukti: 97,8 miliar barel, (b). Iran dengan Produksi minyak: 4,13 juta barel perhari, Kontribusi ke dunia: 4,6%, Ekspor harian ke AS: 0, Cadangan terbukti: 137 miliar barel, (c). Saudi Arabia dengan Produksi minyak: 11,75 juta barel perhari, Kontribusi ke dunia: 13,24%, Ekspor harian ke AS: 1,42 juta barel, Cadangan terbukti: 262,6 miliar barel dan Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA) 2012, salah satu divisi dari Departemen Energi AS, Seperti yang dikutip dari: Detik.finace.com, minggu (31/5/2014), EIA mencatat produksi minyak global mencapai 88,76 juta barrel. Timur Tengah memberi konttribusi tertinggi, sebesar 31%, Amerika Utara 20%, Eropa 11%, Africa, Asia dan Oceania 9%, serta Amerika Tengah dan Selatan 5%.
Yang perlu di garis bawahi adalah data-data produksi dan suplay minyak 2012 seiring perjalanan waktu terus mengalami penurunan angka produksi, Apalagi jika ditambah dengan rencana ditutupnya selat Hormuz oleh Iran akibat konfliknya dengan Amerika dan Uni Eropa. Sama halnya dengan Iran dan libya negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia sering kali mengalami gejolak politik yang tak terduga.
Alhasil harga minyak dunia tidak terbendung (tidak terkendali), pemerintah yang negaranya masih memberlakukan subsidi BBM seperti indonesia berteriak karena neraca perekonomian mereka memerah, rakyat berhamburan kejalan-jalan hanya untuk sekedar menjerit dan berorasi, tapi apa yang mau di kata, kita bukan Negara kaya minyak tapi pemerintah terus mendorong investasi mobil murah dan meninggalkan angkuta umum.
Parahnya lagi ini terjadi Seiring dengan cepatnya laju perekonomian global dengan permintaan komoditas minyak terus meningkat dengan harga yang terus melambung, harga minyak semakin tinggi karena suplayanya secara perlahan terus berkurang padahal sector energy adalah primery engine dalam perekonomian industrialism dan kapitalism, sedangkan pemanfaatan inovasi dan energy terbarukan yang di harapkan bias di andalakan sebagai substitusi masih sangat terbatas.
D.    KESIMPULAN
Meskipun tingkat korelasinya sangatlah real tetapi sebenarnya tidak dapat terwakilkan oleh penghitungan-perhitungan index statis karena kita bicara mekinisme yang bersifat dinamis dan juga sulit terilustrasikan dengan index secara tepat oleh “Kurva isocos” dan “Isokuan” karena banyaknya factor dan variable yang harus di ikutsertakan, namun ini di lakukan untuk kepentingan teknis, analisis, ilmiah dan akademis.
Berdasarkan ulasan di atas dapat di simpulkan bahwa Tingkat suplay dan demand di pengaruhi oleh beberapa factor seperti: Memadai atau tidaknya Sarana transfortasi dan logistic, Tersedia atau tidaknya barang substitusi, perkembangan teknologi, Penigkatan tensi politik nasional dan internasional.
Jadi dapat di katakan bahwa dalam tataran ekonomi internasional berdasarkan sudut pandang ekonomis dengan kaitanya terhadap harga, “Peningkatan suplay yang tidak terkendali di tambah dengan demand yang stagnan-penurunan berdampak negative bagi produsen (eksportir) suatu komoditas tertentu dalam perdagangan internasional” dan “Penurunan suplay yang tidak terkendali dengan progress dan peningkatan permintaan berdampak negarive bagi konsumen (importer) dari suatu komoditas perdagangan internasional”. Yang dapat di gambarkan dengan kurvaberikut ini:




















E.     DAFTAR PUSTAKA
Ringkasan ini di kembangkan dari berbagai sumber bacaan seperti buku, artikel dan blog.
BUKU
Nopirin, Ph.D, Ekonomi Internasional. Yogyakarta; BPFE-Yogyakarta, 1997
Sobri, Ekonomi Internasional. Yogyakarta : Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UGM.        
Simamora Henry, 2000. Manajemen Pemasaran Internasional. Jakarta: Salemba Empat.
ARTIKEL       
Frieden, Jeffrey A. 2006. “The Established Order Collapses”, dalam Global Capitalism: Its Fall and  Rise in The Twentieth Century. New York: W. W. Norton & Co. Inc, pp. 278-300.
Gilpin, Robert. 1987. “International Money Matters”, dalam The Political Economy of  International Relations. Princeton: Princeton University Press, pp. 118-170.
BLOG
http://finance.detik.com/?ctf fluktuasi harga minyak dunia diakses pada 31 Mei 2014

http://tribun.news.com/?ctf fluktuasi harga karet diakses pada 31 Mei 2014